Polisi Sebar Gambar Tato Korban Mutilasi Hari Ini

Kompas.com - 03/10/2008, 07:34 WIB

JAKARTA, JUMAT - Polisi akan menyebar gambar tato kepala macan yang ada di lengan kanan korban mutilasi hari Jumat (3/10) ini. Dengan penyebaran gambar tato korban, diharapkan akan ada keluarga yang mengenali korban.

Jenazah korban mutilasi, yang baru bisa diidentifikasi sebagai laki-laki dewasa, kini disimpan di kamar mayat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Hingga Kamis (2/10) belum ada warga datang untuk mengenali korban. Namun, seorang warga Tangerang menelepon Polsek Cakung dan mengatakan dia punya teman yang memiliki tato gambar kepala macan.

Kepala Polsek Cakung Komisaris Yayat Popon mengatakan, ”Selain tato gambar macan di lengan kanan, korban juga mempunyai tato gambar naga di lengan kiri. Namun, lengan kiri tidak ada dalam bungkusan daging yang ditemukan.”

Warga Tangerang itu telah dua hari terakhir ini berusaha menghubungi telepon genggam temannya, tetapi hingga kini belum berhasil. Warga Tangerang yang dirahasiakan namanya itu khawatir korban mutilasi itu adalah temannya.

Korban mutilasi ditemukan dalam bus Mayasari Bhakti P64 jurusan Kalideres-Pulo Gadung Senin (29/9) siang. Tidak ditemukan bagian kepala, bagian jari-jemari tangan, lengan kiri, betis dan kedua paha serta tulang iga pria yang berjenis kelamin pria itu. Bagian kelamin pria tersebut tidak dirusak ataupun disayat seperti yang terjadi dalam sejumlah kasus mutilasi beberapa waktu lalu. Potongan tubuh tersebut ditemukan sudah bersih dari darah.

Tes DNA

Menurut Popon, penyebaran gambar tato ini akan memudahkan warga mengenali korban. ”Jika ada warga masyarakat yang mengenali dan mengaku keluarganya, kami akan lakukan tes DNA. Apabila benar, akan dilacak keberadaan terakhir korban. Dia pergi dengan siapa dan untuk urusan apa. Dengan demikian, kami harapkan bisa segera menangkap pelakunya,” kata Popon.

Pengungkapan kasus mutilasi bisa dilakukan jika jati diri korban dikenali. Kasus mutilasi anak jalanan yang ditemukan di Jalan Raya Bekasi Kilometer 17, pertengahan 2007 hingga kini belum terungkap karena tak ada keluarga yang datang mengenalinya. (ARN/ONG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau